Pengertian Akomodasi, Lengkap!

Pengertian Akomodasi

Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan tanpa harus menghancurkan pihak lawan sehingga pada pihak lawan tersebut tidak kehilangan kepribadiannya. Akomodasi adalah salah satu bagian dari berbagai macam bentuk interaksi sosial asosiatif. Proses sosial asosiatif ialah suatu proses sosial yang menuju untuk terbentuknya integrasi sosial atau persatuan dan mendorong terbentuknya pranata.

Pengertian Akomodasi
Akomodasi mempunyai 2 arti yang berbeda yaitu akomodasi sebagai suatu keadaan serta akomodasi sebagai suatu proses yang sedang berlangsung. Untuk pengertian mengenai akomodasi sebagai suatu keadaan lebih melihat pada keseimbangan terhadap hubungan interaksi sosial. Sedangkan pengertian akomodasi sebagai suatu proses lebih melihat keseimbangan terletak pada berbagai usaha manusia dalam menyelesaikan perselisihan yang terjadi tanpa menghancurkan pihak lawan. Menurut KBBI atau kamus besar bahasa Indonesia, akomodasi bisa berarti kemampuan penyesuaian sosial yang dilakukan di dalam hubungan (interaksi) antara pribadi ataupun kelompok masyarakat yang ada guna mengurangi berbagai perselisihan dan pertentangan yang timbul.

Tujuan dari akomodasi itu sendiri berbeda-beda, tergantung dari keadaan yang sedang berlangsung atau keadaan yang sedang dihadapi. Tujuan dari akomodasi sendiri, dapat diuraikan sebagai berikut :

Tujuan Akomodasi

Akomodasi mempunyai beberapa tujuan, diantaranya :
  1. Dengan akomodasi diantara berbagai orang serta kelompok yang ada dimasyarakat, dapat mengurangi perbedaaan pendapat yang terjadi, umunya perbedaan tersebut karena perbedaan cara pandang melihat masalah yng terjadi ataupun perbedaan paham.
  2. Mencegah terjadinya pertentangan yang lebih besar yang bisa mengakibatkan bentrok fisik antar pihak yang bertentangan.
  3. Dengan akomodasi, dimungkinkan terjadinya peleburan kelompok sosial yang terpisah.
  4. Dimungkinkan adanya kerja sama antar kelompok satu dengan kelompok lainnya walaupun mereka tinggal terpisah di kota lain ataupun terpisah karena budaya.


Pada kenyataanya, tidak selamanya pelaksaaan akomodasi dapat mendapatkan hasil sepenuhnya. Untuk menciptakan kondisi yang relative stabil di semua bidang dalam masyarakat, diperlukan adanya meminimalkan benih pertentangan pada masalah yang belum terselesaikan, dimana akar masalah yang belum terselesaikan tersebut biasanya mempunyai sifat laten seperti prasangka buruk pada seseorang yang dalam perjalanan waktu dapat menimbulkan adanaya pertentangan baru.

Dalam keadaan tersebut, penting sekali adanya proses akomodasi untuk memperkuat sikap dan tujuan hidup yang lebih baik untuk mengurangi berbagai akar perselisihan. Proses akomodasi itu sendiri sebenarnya dirasakan sangat menguntungkan pada berbagai pihak tertentu, dilain pihak akomodasi juga dapat mengurangi kekuatan ataupun campur tangan pihak lain yang dapat memperuncing perselisihan.

Bentuk-bentuk Akomodasi

Bentuk-bentuk Akomodasi
Bentuk-bentuk akomodasi itu sendiri, bisa diuraikan sebagai berikut :
  1. Coercion
  2. Coercion adalah salah satu bentuk akomodasi dimana proses akomodasi itu sendiri terjadi dikarenakan adanya kondisi dimana ada pemaksaan kehendak antara pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah. Coercion itu sendiri seringkali berujung pada kontak langsung secara fisik ataupun secara psikologis. Misalnya : perbudakan adalah salah satu contoh coercion, dimana masalah sosial yang terjadi didasarkan kepada penguasaan dari si majikan atas budaknya tersebut. Di berbagai negara totaliter, coercion dapat dilaksanakan apabila ada kelompok masyarakat minoritas yang hidup dibawah satu kelompok pemegang kekuasaan. Tapi hasi dari akomodasi bentuk coercion itu sendiri jangan dilihat hanya dari sisi kejelekan semata.
  3. Kompromi
  4. Kompromi adalah satu bentuk akomodasi dimana pihak yang sedang berselisih tersebut dapat mengurangi tuntutannya aagar tercapai sebuah kesepakatan dari perselisihan tersebut. Adanya suatu sikap dasar yang dibutuhkan agar terjadinya kompromi adalah bahwa masing masing pihak yang bertikai bersedia memahami dan ikut merasakan apa yang dirasakan pihak lawan, begitu pula sebaliknya. Misalnya : traktat antara beberapa negara-negara, bentuk akomodasi yang dilaksanakan oleh berbagai partai politik, hal ini karena mereka sadar dengan kekuatan masing-masing yang sama kuatnya dalam pemilu dan begitu juga seterusnya.
  5. Arbitrasi
  6. Arbitrasi adalah salah satu bentuk akomodasi dimana dapat ditempuh suatu cara untuk menghasilkan suatu kompromi jika pihak yang bertikai tidak dapat menyelesaikan sendiri pertikaiannya. Arbitrasi itu sendiri biasanya dilakukan dengan mengundang pihak ketiga yang telah disepakati kedua belah pihak yang bertikai.
  7. Mediasi
  8. Mediasi adalah bentuk akomodasi yang tujuannya sama dengan arbitrasi. Didalam mediasi, pihak ketiga yang diundang bersifat netral untuk ikut menyelesaikan perselisihan yang ada. Kedudukan pihak ketiga yang diundang oleh pihak bertikai adalah sebagai penasehat dan tidak mempunyai wewenang dalam pengambilan keputusan dari penyelesaian pertikaian tersebut.
  9. Konsiliasi
  10. Konsiliasi adalah bentuk akomodasi dimana ada keinginan dari pihak yang sedang bertikai untuk mendapatkan penyelesaian dari masalah yang terjadi. Bentuk akomodasi konsiliasi lebih bersifat lunak dibanding dengan kompromi, dimana dimungkinkan dapat membuka kesempatan bagi pihak yang bersangkutan dalam mengadakan asimilasi atau penyesuaian.
  11. Toleransi
  12. Toleransi adalah satu bentuk akomodasi yang dapat terjadi tanpa melalui persetujuan dari pihak yang bertikai, asal dibutuhkan saling pengertian diantara keduanya. Kadang toleransi dapat muncul tanpa perencanaan atau secara tidak sadar, dikarenakan adanya sifat dari pribadi yang bertikai dimana ada keinginan menghindari dari pertentangan yang terjadi.
  13. Stalemate
  14. Stalemate atau jalan buntu adalah bentuk akomodasi dimana pihak yang salling ertikai memaksakan diri untuk berhenti pada satu titik tertentu, karena kedua pihak bertikai mempunyai kekuatan yang sama. Stalemate terjadi karena kedua pihak yang berselisih tidak ada kemungkinan untuk maju atau mundur lagi menghadapi perselisihan yang terjadi.
  15. Ajudikasi
  16. Ajudikasi adalah bentuk akomodasi dimana proses penyelesaian dari masalah yang terjadi di pengadilan.
  17. Segregasi
  18. Segregasi adalah bentuk akomodasi dimana pihak yang sedang bertikai tersebut saling menghindari atau memisahkan diri satu sama lain untuk tujuan mengurangi ketegangan diantara keduanya.
  19. Eliminasi
  20. Eliminasi adalah bentuk akomodasi dimana adanya pengunduran diri darisalah satu pihak yang bertikai karena keinginan mengalah dari satu pihak.
  21. Subjugation atau domination
  22. Domination adalah bentuk akomodasi dimana pihak bertikai yang mempunyai kekuatan besar meminta pada pihak lawan agar menaatinya.
  23. Keputusan mayoritas
  24. Keputusan mayoritas adalah bentuk akomodasi dimana keputusan yang diambil dari pihak bertikai adalah keputusan berdasar suara terbanyak.
  25. Konversi
  26. Konversi adalah bentuk akomodasi dimana penyelesaian pihak berselisih dengan cara salah satu pihak yang berselisih bersedia mengalah dan mau menerima syarat yang diajukan pihak lain.
  27. Gencatan senjata
  28. Genjatan senjata adalah bentuk akomodasi dimana ada upaya penangguhan perselisihan pada jangka waktu tertentu, hal ini dikarenakan kedua pihak berselisih menunggu adanya jalan keluar yang baik bagi keduanya.


Dengan demikian telah selesai pembahasan kita mengenai Pengertian akomodasi, tujuan akomodasi, dan bentuk-bentuk akomodasi.

Sejarah Bahasa Indonesia, Fungsi dan Perkembangan Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa yang kita gunakan saat ini adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia pada dasarnya adalah satu akar dari bahasa Melayu, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia sekaligus sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia diresmikan pertama kali sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari setelah Proklamasi dimulai bersamaaan dengan pelaksanaan dimulainya konstitusi. Sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia, bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa sehari-hari dalam kehidupan masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara serta bahasa pengantar resmi di sekolah. Di Timor Leste bahasa Indonesia mempunyai status sebagai bahasa kerja.

Sejarah Bahasa IndonesiaDilihat dari segi logat, aksen (linguistik), bahasa Indonesia merupakan keragaman dari budaya khusunya bahasa Melayu. Pada abad-19 masyarakat di Kepulauan Riau telah memakai bahasa melayu sebagai bahasa sehari-hari. Kesepakatan penamaan dari “Bahasa Indonesia” itu sendiri, bukanlah tanpa pertimbangan, sebagai bangsa yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tentunya harus mempunyai bahas resmi. Sejarah awalnya diambil dari pelaksanaan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 yang mengobarkan semangat juang sebagai bangsa yang mempunyai kedaulatan penuh. Dengan semangat Sumpah Pemuda tersebut dijadikan gagasan pemberian nama "Bahasa Indonesia", tentu saja mempunyai tujuan untuk menghindari kesan sebagai”‘imperialisme bahasa” jika tetap memakai nama bahasa Melayu. Itulah yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berbeda dengan bahasa Melayu walaupun akar bahasanya dari bahasa Melayu yang sampai sekarang masih dipakai sebagai bahasa sehari hari di Kepulauan Riau dan Semenanjung Malaka. Sejak awal diresmikan sampai sekarang, bahasa Indonesia mengalami kemajuan dalam perbendaharaan kata, kata kata baru dalam bahasa Indonesia itu sendiri diperoleh dengan penciptaan kata baru ataupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Sampai saat ini, bahasa Indonesia hampir dipakai dan dipahami lebih dari 95% penduduk Indonesia. Walaupun sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia, bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi penduduk Indonesia. Karena di Indonesia mempunyai lebih dari 700 jenis bahasa daerah, yang masih dipakai sebagai bahasa percakapan sehari-hari bagi masyarakat setempat. Masyarakat Indonesia seringkali mencampur bahasa daerah mereka dengan bahasa Indonesia.

Meskipun Indonesia mempunyai bermacam bahasa daerah masing masing, tapi bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar resmi di semua jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Disamping juga dipakai sebagai bahasa resmi di media massa, kalangan usaha dan hampir semua kalangan dapat mempelajari dengan mudah tata bahasa serta ejaannya. Tata bahasa serta ejaan dari bahasa Indonesia relative sangat mudah dipelajari dalam wanktu singkat. Ejaan pertama kali dari bahasa Indonesia adalah Ejaan Soewandi yang dipakai sejak 17 Maret 1947 walaupun ejaan tidak bisa dikatakan ejaan pertama karena ejaan inilah yang telah dikukuhkan pertama kali sebagai ejaan sah pengganti ejaan lama sebelumnya yang belum baku. Setelah Ejaan Soewandi, ejaan yang digunakan adalah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) oleh Menteri Mashuri Saleh pada tanggal 23 Mei 1972.

Ada 4 alasan mengapa bahasa Melayu dijadikan bahasa Indonesia:
  1. Secara Geografis, bangsa Indonesia terletak berdekatan dengan Sememenanjung Malaka, tanpa kita sadari Bahasa Melayu telah menjadi sebuah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari (lingua franca), sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia, bahasa perdangan antar negara tetangga serta bahasa perhubungan.
  2. Bahasa Melayu merupakan bahasa yang sangat mudah dipelajari karena di dalam bahasa melayu tidak mengenal tingkatan bahasa.
  3. Beragam suku bangsa di Indonesia, seperti Suku Sunda, Suku Jawa, dan suku bangsa lainnya menerima bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan negara atau nasional dengan sukarela.
  4. Bahasa Melayu mempunyai kesiapan serta rasa sukarela untuk digunakan sebagai bahasa kebudayaan diantara bangsa rumpun Melayu.


Sejarah Perkembangan EYD
Ejaan itu sendiri mempunyai arti secara bahasa yaitu aturan atau tata cara penulisan kata menggunakan huruf sesui disiplin ilmu bahasa. Dengan ejaan ini diharapkan para pemakai bahasa Indonesia dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dengan memakai ejaan yang benar dalam berbahasa Indonesia diharapkan dapat terbentuk kata atau kalimat yang mudah dipahami bagi siapapun yang berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Ada beberapa ejaan yang pernah dipakai dalam berbahsa Indonesia, diantaranya :
  • Ejaan van Ophuijsen
  • Ejaan van Ophuijsen adalah ejaan bahasa Melayu yang menggunakan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen, Moehammad Taib Soetan Ibrahim serta Nawawi Soetan Ma’moer menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang dikenal ejaan van Ophuijsen pada tahun 1901 telah resmi diakui pemerintah kolonial Belanda. Ciri-ciri dari ejaan van Ophuijsen :
    1. Memakai huruf I sebagai pembeda, huruf i diakhir kalimat digunakan sebagai pengganti huruf y.
    2. Memakai huruf oe sebagai pengganti huruf u, misalnya pada kata soeka, goeroe dan sebagainnya.
    3. Memakai huruf j sebagai pengganti huruf y, contoh didalam kata jang, dan sebagainya.
    4. Menggunakan diakritik seperti petik satu yang digunakan sebagai pengganti huruf k seperti contoh pada kata ma’moer, pa’, dan lain sebagainya.
  • Ejaan Soewandi
  • Ejaan Soewandi resmi digunakan tahun 1947.
    1. Huruf oe diejaan lama sudah tidak digunakan dan diganti dengan huruf u.
    2. Penggunaan tanda petik satu (‘) yang digunakan sebagai penanda untuk bunyi sentak diganti dengan huruf k seperti : tidak, sentak, dan lain sebagainya.
    3. Dapat menggunakan angka 2 diakhir kata untuk maksud kata yang diulang, misal dalam kata main2, lain2 dan sebagainya.
    4. Dihilangkannya perbedaan antara awalan yang menggunakan di- dengan kata di depan di.
  • Ejaan Yang Disempurnakan
  • Ejaan ini merupakan ejaan terbaku dari sejarah ejaan bahasa Indonesiaini sendiri yang mulai diberlakukan pada tahun 1972. Ejaan Yang Disempurnakan digunakan untuk menggantikan Ejaan Soewandi. Pada tanggal 23 Mei 1972,ada pernyataan bersama yang meresmikan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan yang ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia (Tun Hussein Onn) dan Mashuri Saleh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia). Adanya pernyataan bersama tersebut disetujui untuk melakukan asas atau aturan yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua negara mengenai Ejaan Yang Disempurnakan dan Ejaan Baru. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57 Tahun 1972, mulai diberlakukan sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

    Ciri-ciri ejaan yang disempurnakan , diantaranya :
    1. Memakai huruf c sebagai pengganti huruf tj, misalnya contoh sebagai pengganti kata tjontoh, dan sebagainya.
    2. Memakai huruf j sebagai pengganti huruf dj, misalnya jalan sebagai ganti kata djalan dan lain sebagainya.
    3. Memakai kh sebagai pengganti ch.
    4. Perubahan penulisan nj menjadi ny.
    5. Perubahan penulisan sj menjadi sy.
    6. Perubahan huruf j menjadi y.


Perkembangan Bahasa Indonesia Pada Masa Reformasi
Pada masa reformasi, seiring mulai adanya kebebasan di bidang Media Massa atau pers. Muncullah bahasa media massa atau bahasa pers.
  1. Semakin beragamnya serta makin banyak jumlah kata singkatan.
  2. Semakin banyak penggunaan istilah yang diambil dari bahasa asing didalam mass media khususnya Koran.

Media massa atau pers sangat berjasa dalam sejarah bahasa Indonesia itu sendiri karena dunia pers telah banyak memperkenalkan berbagai istilah baru seperti : rekonsiliasi, arogan, krooni, provokator, KKN ( Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dan sebagainya.
Kedudukan Bahasa Indonesia
  • Sebagai Bahasa Nasional
  • Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional ini diperoleh sejak awal kelahiran bahasa Indonesia yaitu Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga disebut sebagai bahasa persatuan dan pemersatu berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai beberapa fungsi, diantaranya sebagai berikut :
    1. Bahasa Indonesia sebagai lambang Identitas Bangsa atau Jati diri bangsa.
    2. Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan bangsa dan masyarakat Indonesia.
    3. Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa di banyak kalangan masyarakat Indonesia yang mempunyai beragam suku bangsa, sosial budaya dan bahasa daerah yang beragam.
    4. Bahasa Indonesia menjadi alat penghubung antar daerah dan antar budaya dalam masyarakat Indonesia.
  • Sebagai Bahasa Resmi
  • Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi mempunyai landasan yuridis konstitusional, yaitu Pasal 36 UUD 1945 Bab XV. Bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia mempunyai beberapa fungsi diantaranya :
    1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
    2. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahsa pengantar resmi di semua lembaga pendidikan.
    3. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahsa pengantar resmi di semua lembaga pendidikan.
    4. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam analisa dan pemanfaatan ilmu, teknologi serta pengembangan kebudayaan.

Fungsi Bahasa Indonesia

Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi baku bahasa Indonesia
  1. alat Pemersatu
  2. Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat komunikasi antar masyarakat Indonesia, mereka boleh berbeda secara adat dan budaya daerah tapi mereka bersatu karena satu bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
  3. Kepribadian Bangsa
  4. Bahasa Indonesia merupakan kepbibadian dan menunjukkan harga diri sebagai Bangsa Indonesia.
  5. Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang santun dimana kesopanan tersebut membawa kewibawaan bagi Bangsa Indonesia.
  6. Kerangka Bagi Bangsa Indonesia
  7. Bahasa Indonesia mempunyai aturan dasar atau kerangka bahasa yang sangat terkontrol dilihat dari sisi tata bahasanya.

Fungsi Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi baik tertulis ataupun lisan
  1. Menurut Santosa,dkk
  2. Bahasa adalah alat komunikasi yang mempunyai fungsi, diantaranya :
    • Fungsi Informasi
    • Fungsi bahasa sebagai alat informasi dan mengungkapkan perasaan.
    • Fungsi Adaptasi dan Integrasi
    • Fungsi bahasa sebagai alat yang berhubungan dengan orang diluar diri sendiri (social) dan bertoleransi dengan orang lain.
    • fungsi Ekspresi Diri
    • Fungsi bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau keinginan kita kepada orang lain.
    • Fungsi kontrol sosial
    • Fungsi bahasa sebagai media untuk mengatur tingkah laku manusia.
  3. Menurut Hallyday (1992)
    • Fungsi Instrumental
    • Alat untuk mendapatkan sesuatu.
    • Fungsi Regulatoris
    • Bahasa sebagai alat pengendali perilaku orang lain.
  4. Fungsi Interaksional
  5. Bahasa yang digunakan sebagai alat berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain.
  6. Fungsi Personal
  7. Bahasa yang mempunyai fungsi sebagai ciri dari seseorang.
  8. Fungsi Heuuristik
  9. Bahasa berfungsi sebagai alat belajar dan menemukan sesuatu yang baru.
  10. Fungsi Imajinatif
  11. Fungsi bahasa sebagai alat mencari karangan atau imajinasi tentang sesuatu.
  12. Fungsi representative
  13. Fungsi bahasa sebagai alat untuk menyampaikan sebuah berita atau informasi tertentu kepada orang lain.

Perkembangan Bahasa Indonesia

Perkembangan Bahasa Indonesia
  1. Tahun 1908
  2. Pemerintah Hindia Belanda mendirikan penerbit pertama buku bacaan yaitu Commissie voor de Volkslectuur atau Taman Bacaan Rakyat. Tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Penerbit buku tersebut telah menerbitkan bermacam novel seperti Siti Nurbaya, dan lain sebagainya yang secara tidak langung membantu penyebaran bahasa Melayu.
  3. Tanggal 16 Juni 1927
  4. Tokoh yang bernama Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Ini pertama kali dilakukan ada seseorang yang berpidato menggunakan bahasa Indonesia di siding Volksraad.
  5. Tanggal 28 Oktober 1928
  6. Muhammad Yamin secara resmi mengusulkan bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa persatuan Indonesia.
  7. Tahun 1933
  8. Didirikan pertama kali Angkatan Sastrawan Muda yaitu Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
  9. Tahun 1936
  10. Untuk pertama kalinya Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia.
  11. Tanggal 25-28 Juni 1938
  12. Diselenggarakan Konggres I Bahasa Indonesia di kota Solo. Dari hasil kongres tersebut disimpulkan bahwa usaha pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia harus dilakukan secara sadar dan terang terangan oleh budayawan dan cendekiawan Indonesia pada saat itu.
  13. 18 Agustus 1945
  14. Resmi penandatanganan UUD 1945 sebagai pedoman bangsa dan pasal 36 UUD 1945 menetapkan bahwa bahasa Indonesia resmi digunakan sebagai bahasa negara.
  15. Tanggal 19 Maret 1947
  16. Peresmian penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti dari ejaan Van Ophuijsen yang sebelumnya telah berlaku atau digunakan.
  17. Tanggal 28 Oktober - 2 November 1954
  18. Pelaksanaan Kongres II Bahasa Indonesia si kota Medan. Kongres II Bahasa Indonesia ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk tetap terus menyempurnakan tata bahasa Indonesia yang diangkat menjadi bahasa kebangsaan serta ditetapkan menjadi bahasa negara bangsa Indonesia.
  19. Tanggal 16 Agustus 1972
  20. Presiden Repulik Indonesia pada masa itu, yaitu Presiden Soeharto meresmikan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD melalui Pidato Kenengaraan di depan Sidang DPR serta dikuatkan dengan adanya Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
  21. Pada tanggal 31 Agustus 1972
  22. Menteri Pendidikan dan menteri Kebudayaan pada masa itu menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi diberlakukan di Indonesia (Wawasan Nusantara).
  23. Tanggal 28 Oktober - 2 November 1978
  24. Dilaksanakan Kongres III Bahasa Indonesia di Jakarta. Kongres tersebut dilaksanakan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-50. Selain untuk memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan juga perkembangan bahasa Indonesia, bahasa Indonesia juga telah memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa itu sendiri.
  25. Tanggal 21-26 November 1983
  26. Dilaksanakan Kongres IV Bahasa Indonesia di Jakarta. Kongres Bahasa Indonesia IV ini dilaksanakan untuk mengenang atau memperingati hari Sumpah Pemuda ke-55. Hasil Konggres ini memutuskan bahwa pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia harus ditingkatkan, sesuai amanat bangsa yang tercantum dalam Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN), dimana mewajibkan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan benar sehingga dapat tercapai tujuan semaksimal mungkin.
  27. Tanggal 28 Oktober - 3 November 1988
  28. Dilaksanakan Kongres V Bahasa Indonesia di Jakarta. Kongres V Bahasa Indonesia ini dihadiri oleh perwakilan negara sahabat dan 700an ahli bahasa Indonesia dari seluruh wilayah Indonesia. Pada Konggres tersebut dipersembahkan karya dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada para pecinta bahasa Indonesia serta penandatanganan resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia serta Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
  29. Tanggal 28 Oktober - 2 November 1993
  30. Dilaksanakan Kongres VI Bahasa Indonesia di Jakarta. Peserta Konggres terdiri dari 770 ahli bahasa dari Indonesia serta 53 peserta tamu dari negara sahabat dan mancanegara. Kongres ini mengusulkan supaya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa lebih ditingkatkan status kelembagaannya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, dan mengajukan usul agar disusun Undang-undang tentang Bahasa Indonesia.
  31. Tanggal 26-30 Oktober 1998
  32. Dilaksanakan Kongres VII Bahasa Indonesia di Hotel Indonesia Jakarta. Pada Konggres VII ini diusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.

    Ujung tombak Bahasa Indonesia itu sendiri sejak Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, mengukuhkan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia secara perundangan atau konstitusional sebagai bahasa nasional. Sekarang ini bahasa Indonesia telah digunakan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, baik itu di tingkat pusat ataupun daerah.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat saya simpulkan dari materi diatas adalah sebagai berikut:

  1. Bahasa melayu merupakan sumber bahasa dari terciptanya bahasa Indonesia.
  2. Secara sosiologis, pada tanggal 28 oktober bahasa Indonesia mulai digunakan sebagai bahasa persatuan. Tetapi, bahasa Indonesia secara yuridis di akui setelah indonesia merdeka yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.
  3. Bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia, hal ini karena bahasa melayu sudah sering digunakan sebagai bahasa pergaulan atau lingua franca di nusantara serta bahasa Melayu merupakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipelajari dan bahasa melayu tidak terdapat tingkatan bahasa.

Dengan demikian maka telah selesai pembahasa kita mengenai sejarah bahasa Indonesia, fungsi bahasa Indonesia, dan perkembangan bahasa Indonesia. Jangan lupa untuk mengunjungi artikel-artikel yang tentunya juga menarik pada blog ini.

Pengertian Akuntansi, Fungsi Akuntansi, dan Bidang Akuntansi, Lengkap!

Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi
Akuntansi merupakan terjemahan dari kata accounting, yang bila kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti menghitung. Akuntansi dalam dunia usaha bisa dikatakan sebagai bahasa bisnis karena hampir seluruh kegiatan bisnis didunia baik perorangan ataupun perusahaaan besar menggunakan akuntansi untuk menghitung serta untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan.

Akuntansi adalah suatu proses yang diawali dengan mencatat, mengelompokkan, mengolah serta menyajikan data, mencatat transaksi apapun yang berhubungan dengan keuangan sehingga informasi yang didapat tersebut digunakan oleh orang yang berkompeten dengan informasi tersebut, serta informasi tersebut sebagai bahan pengambilan suatu keputusan.

Dari uraian diatas, pengertian akuntansi adalah suatu kegiatan dalam mengidentfikasikan, menghitung, mengelompokkan dan menilai sebuah kejadian yang berhubungan dengan keuangan atau kegiatan yang dapat menghasilkan data kuantitatif serta data kualitatif terutama yang bersifat keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan (Amin W. 1997).

Secara umum Akuntansi adalah sistem informasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memberi laporan yang berhubungan dengan keuangan kepada pihak yang membutuhkan serta memberikan informasi tentang kondisi perusahaaan secara ekonomi.

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli
  1. Abu Bakar A dan Wibowo.
  2. Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengidentifikasi dan mengkomunikasikan semua transaksi ekonomi perusahaan.
  3. Paul Grady.
  4. Akuntansi adalah sebuah body of knowledge serta mempunyai fungsi organisasi secara tersusun, orisinil, otentik, menganalisa dan menafsirkan seluruh kejadian dan transaksi serta analisa keuangan yang akan terjadi dalam kegiatan akuntansi untuk menyediakan informasi yang diutuhkan manajemen tentang semua laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.
  5. Kieso dan Weygandt.
  6. Akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang dimulai dari menklasifikasi, pencatatan dan mengkomunikasikan segala kejadian ekonomi dari organisasi atau perusahaan ke pihak yang mempunyai kepentingan atas informasi tersebut.
  7. Accounting Principle Board.
  8. Akuntansi adalah suatu aktivitas atau kejadian jasa untuk menyajikan informasi yang bersifat kuantitatif dimana informasi tersebut berupa tolok ukur materi mengenai suatu badan ekonomi yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam memilih alternatife kebijakan ekonomi yang harus diambil.
  9. American Institute of Certified Public Accountant.
  10. Akuntansi adalah suatu seni mencatat, mengikhtisarkan dan mengelola proses tertentu dalam ukuran moneter, transaksi serta kejadian yang bersifat keuangan dan menyimpulkan hasil dari penilaian tersebut.
  11. Kohler’s Dictionary.
  12. Akuntansi adalah suatu seni pencatatan dari proses transaksi keuangan.
  13. West Churman.
  14. Akuntansi adalah pengalaman tertulis yang digunakan untuk mengambil suatu keputusan yang diambil dalam sebuah perusahaan.
  15. American Accounting Association.
  16. Akuntansi adalah sebuah proses pengidentifikasian, pencatatan, pengukuran dan laporan keuangan dari suatu organisasi yang dijadikan suatu informasi dalam pengambil keputusan ekonomi oleh pihak yang membutuhkan.
  17. Sophar Lumbantoruan.
  18. Akuntansi adalah alat yang digunakan sebagai bahasa bisnis dimana informasi yang disampaikan hanya mampu dipahami jika mekanisme akuntansi telah dimengerti.
  19. Dr. M.Gede.
  20. Akuntasi adalah sutu ilmu pengetahuan terapan dan seni pencatatan yang dilakukan secara terus menerus menurut aturan dan sisitemnya, pengolahannya dan analisa catatan tersebut dapat tersusun dalam bentuk laporan keuangan sebagai suatu alat pertanggungjawaban dari pimpinan perusahaan maupun lembaga terhadap hasil kerjanya.
  21. Keputusan Menteri Keuangan.
  22. Akuntansi adalah sebuah proses penngumpulan, penganalisaan, pengklarifikasi, pencatatan, pelaporan, dan perigkasan terhadap transaksi keuangan dari kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi yang membutuhkan informasi tersebut dan digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
  23. Warren dkk.
  24. Akuntansi adalah sistem informasi yang menyetorkan atau menghasilkan laporan keuangan kepada pihak pihak yang terkait atau pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi suatu perusahaan.
  25. Arnold.
  26. Akuntansi sebagai suatu sisitem yang digunakan untuk memberikan suatu informasi khususnya informasi keuangan kepada siapapun yang membutuhkan informasi terutama pada pihak pengambil keputusan dan pihak yang mengendalikan.
  27. Rudianto.
  28. Akuntansi adalah sistem informasi yang menyetorkan atau menghasilkan laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak terkait dan berkepentingan dengan kegiatan ekonomi serta keadaan badan usaha tertentu.

Fungsi Akuntansi

Fungsi Akuntansi
Fungsi akuntansi yang utama adalah sebagai media informasi khususnya informasi keuangan suatu organisasi atau perusahaan, karena dari informasi tersebut dapat diperoleh suatu laporan ekonomi dimana kita dapat mengetahui kondisi ekonomi suatu oraganisasi ataupun badan usaha, serta mengetahui perubahan yang terjadi dalam organisasi tersebut. Akuntansi dapat memberikan informasi data kuantitatif dengan ukuran uang. Informasi tentang kondisi keuangan organisasi atau perusahaan sangat dibutuhkan oleh pihak pembuat keputusan dalam pengambilan kebijakan ekonomi untuk pihak didalam organisasi ataupun pihak diluar organisasi ataupun badan usaha tersebut.

Akuntansi dapat menjadi alat yang memaparkan tentang apapun kondisi yang terjadi dalam perusahaan khususnya yang berhubungan dengan pihak keuangan perusahaan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa ada dua macam informasi yang dapat diberikan terkait proses akuntansi. Yang pertama informasi tentang nilai perusahaan dan yang kedua informasi yang menjelaskan tentang untung rugi perusahaan.

Kedua Informasi Tersebut Berguna untuk
  1. Mengetahui berapa keuntungan atau kerugian perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  2. Mengetahui keuntungan bersih perusahaan setelah dikurangi biaya operasional.
  3. Mengetahui besarnya modal perusahaan serta investasi yang dapat dilakukan perusahaan sehubungan dengan laba perusahaan.
  4. Sebagai sarana perusahaan dalam mencari tambahan modal bagi perluasan usaha.
  5. Sebagai media untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.
  6. Sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada investor pasar saham untuk bisa mencatatkan saham perusahaan di pasar saham.
  7. Sebagai sarana bagi perusahaan untuk mengambil keputusan guna kebutuhan perusahaan dimasa selanjutnya.

Didalam proses akuntansi, terdapat banyak aktivitas baik aktivitas yang sangat penting ataupun aktiitas yang dirasa tidak begitu penting tapi pada dasarnya juga penting.

Mari kita pelajari tentang kegiatan atau aktivitas utama dari proses akuntansi itu sendiri

Aktifitas Utama Akuntansi
  1. Aktifitas Identivikasi
  2. Yaitu suatu kegiatan dalam proses akuntansi dengan melakukan pengenalan segala transaksi yang ada di dalam perusahaan.
  3. Aktifitas Mencatat
  4. Yaitu suatu kegiatan atau aktivitas dalam proses akuntansi yang dilakukan dengan cara mencatat seluruh transaksi yang terjadi sacara teliti, sistematis dan berurutan.
  5. Aktifitas Komunikasi
  6. Yaitu kegiatan yang diambil terkait dengan adanya suatu laporan akuntansi. Informasi tersebut dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan oleh semua pengguna laporan keuangan perusahaan ataupun pihak yang mempunyai kepentingan baik pihak intern perusahaan ataupun pihak diluar perusahaan.

Ilmu Akuntansi sendiri sangat luas cakupan ilmunya, akuntansi digunakan di seluruh transaksi perusahaan dan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Bidang-bidang Akuntansi

Bidang-bidang Akuntansi
Bidang-bidang Akuntansi
  1. Akuntansi Keuangan
  2. Didalam akuntansi keuangan ini mencakup segala pencatatan transaksi-transaksi dalam perusahaan tanpa terkecuali dan melakukan penyusunan laporan secara berkala, dimana dengan laporan tersebut dapat memberikan informasi penting dan bermanfaat bagi pemilik perusahaan serta investor yang tertarik dengan kinerja perusahaan tersebut.
  3. Akuntansi Auditing
  4. Bidang akuntansi auditing ini merupakan akuntansi yang meliputi pemeriksaaan laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas, tanpa rahasia. Laporan akuntansi haruslah dapat diuji kebenarannya melalui auditor independent supaya dihasilkan informasi yang benar benar jujur dan berimbang.
  5. Akuntansi Manajemen
  6. Akuntansi manajememn merupakan bidang akuntansi yang menggunakan data historis serta data taksiran dalam membantu pihak manajemen merencanakan operasional perusahaan di masa yang akan datang.
  7. Akuntansi Perpajakan
  8. Meliputi penghitungan semua laporan pajak dalam memberikan solusi ataupun pertimbangan kepada perusahaaan dalam menghitung besaran pajak.
  9. Akuntansi Budgeting
  10. Bidang akuntansi yang dilakukan untuk merencanakan segala aktivitas keuangan ataupun kebutuhan anggaran perusahaan dalam satu periode tertentu serta memberikan perbandingan pada pihak perusahaaan untuk menghitung proyeksi anggaran dengan biaya operasional yang benar-benar harus dikeluarkan perusahaan.
  11. Akuntansi Nirlaba
  12. Akuntansi untuk organisasi nirlaba dilakukan untuk mencatat segala aktivitas organisasi yang tidak mencari keuntungan, seperti organisasi sosial dan keagamaan.
  13. Akuntansi Biaya
  14. Bidang akuntansi bertugas untuk menekankan pemakaian dan penentuan biaya, serta mengendalikan biaya tersebut pada suatu perusahaan industri.
  15. Sistem Akuntansi
  16. Yang dimaksud dengan sistem akuntansi adalah teknik atau metode dengan cara mencatat dan mengolah data akuntansi yang berguna untuk memperoleh pengendalian internal yang baik, dimana pengendalian internal dimaksud dengan sebuah sistem yang bertugas untuk mengendalikan dengan diperoleh karena adanya struktur organisasi yang membagi tugas serta segala sumber daya manusia yang cakap dengan praktek yang sehat.
  17. Akuntansi Sosial
  18. Akuntansi sosial adalah bidang pada akuntansi yang paling terbaru dan lumayan sulit untuk dijelaskan pengertiannya karena akuntansi sosial menyangkut dana kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian maka telah selesai pembahasan kita mengenai pengertian akuntansi, fungsi akuntansi, dan bidang-bidan akuntansi. Jangan lupa untuk mengunjungi artikel yang lain pada blog ini, agar wawasanmu bertambah.

Pengertian Pajak, Lengkap

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak
Pajak adalah iuran yang dibayarkan rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang dan sifatnya dapat dipaksakan kepada obyek pajak. Obyek pajak tidak mendapatkan balas jasa dari negara secara langsung. Pajak dipungut negara kepada warga negaranya berdasarkan pada norma hukum yang telah diatur. Hasil pungutan pajak digunakan untuk membiayai operasional kenegaraan, memproduksi barang produksi untuk kesejahteraan rakyat, untuk pembiayaan pembangunan berbangsa dan bernegara. Karena pungutan pajak diatur oleh undang-undang, maka penolakan untuk membayar pajak, perlawanan serta upaya menghindari pajak bisa termasuk pelanggaran hukum.

Pajak dibedakan menjadi dua yaitu pajak yang dipungut langsung dan pajak tidak langsung. Pajak dapat dibayarkan dengan uang ataupun kompensasi yang setara uang, misalnya dengan pekerjaan. Ada beberapa negara di dunia ,yang sama sekali tidak memungut pajak dari rakyatnya, seperti uni Emirat Arab. Ada juga negara yang bergantung pendapatan dan operasional negaranya dari pajak. Pemerintah kita telah mempunyai suatu lembaga khusus mengelola pajak yaitu Direktorat Jendral Pajak. Direktorat Jendral Pajak mempunyai tugas untuk memaksimalkan hasil pungutan pajak di seluruh wilayah Indonesia, dirjen pajak ini sendiri berdiri dibawah naungan Departemen Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Pajak merupakan hal penting dan vital bagi setiap negara. Semakin maju sebuah negara semakin tinggi tingkat kepatuhan warga negaranya dalam membayar pajak. Karena dengan pajak pemerintahan suatu negara bisa membiayai semua fasilitas untuk rakyatnya. Fasilitas yang dibangun tidak hanya fasilitas yang bersifat vital bagi negara yang bersangkutan tapi juga infrastruktur lain yang sifatnya memberikan kebanggaan bagi warganya. Bisa dikatakan, bahwa pajak adalah ujung tombak utama pembangunan suatu negara. Untuk mengulas lebih jauh tentang pajak, berikut ini definisi pajak menurut para ahli dan unsur unsur pajak.

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

  1. Prof. Dr.MJH.Smeeths
  2. Pajak adalah sebuah prestasi yang bisa dicapai oleh suatu pemerintah melalui norma yang telah ditentukan, sifatnya bisa menjadi paksaan dan tanpa adanya perlawanan dari masing masing individual. Karena tujuan pemungutan pajak itu sendiri untuk membiayai operasioanal pemerintah.
  3. UU No.28 Tahun 2007 Pasal 1 Tentang Perpajakan.
  4. Menurut UU pajak No.28 menyebutkan bahwa pajak adalah sebuah sumbangan atau kontribusi wajib dari rakyat kepada negara yang terhutang oleh setiap orang ataupun badan, sifatnya memaksa berdasarkan Undang Undang yang telah ditetapkan dan setiap orang atau badan usaha tersebut tidak mendapatkan ibalan secara langsung, dana yang terkumpul digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pemerintah dan kemakmuran rakyat.
  5. Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH.
  6. Pajak adalah iuran rakyat kepada pememrintah berdasarkan undang-undang yang berlaku atau juga bisa didefinisikan bahwa pajak adalah pengalihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor publik yang bersifat paksakan, dana yang terkumpul dari pajak digunakan baik langsung ataupun tidak langsung untuk membiayai kebutuhan pemerintah suatu negara.
  7. Anderson Herschel M, dkk
  8. Pajak adalah pengambilalihan sumber dana dari sektor swasta ke sektor pemerintah , tidak merupakan suatu pelanggaran yang dilakukan, tapi lebih pada suatu kewajiban berdasarkan ketentuan yang berlaku tanpa mendapatkan imbalan dan dilakukan untuk memudahkan pemerintah dalam menjalankan tugas pemerintahannya.
  9. Cort Vander Linden
  10. Pajak merupakan sumbangan dari rakyat kepada keuangan umum suatu negara yang tidak mengantungkan pada jasa khusus seorang penguasa.
  11. Prof. Dr. Djajaningrat
  12. Pajak adalah sebuah kewajiban rakyat untuk memberikan sebagian kekayaaanya kepada negara karena suatu keadaan kejadian, perbuatan yang dapat memberikan suatu kedudukan tertentu, dimana iuran dari rakyat tersebut bukanlah merupakan sebuah hukuman, namun lebih bersifat sebagai kewajiban berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah dan sifatnya memaksa. Tujuan dari pemungutan pajak itu sendiri untuk kesejahteraan masyarakat.
  13. Prof. Dr. PJA Andriani
  14. Pajak adalah pungutan atau iuran masyarakat kepada pemerintah, sifatnya memaksa dan terutang bagi yang wajib membayarnya sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang telah ditetapkan, dan tidak mendapat imbalan secara langsung. dan juga dapat ditunjuk dan digunakan dalam pembiayaan kebutuhan negara.
  15. Dr. Soeparman Soemahamidjaya
  16. Pajak merupakan iuran wajib bagi tiap warga negara baik iuran itu berupa uang ataupun barang yang dipungut oleh penguasa menurut norma hukum yang berlaku dan digunakan untuk membiayai produksi suatu barang dan jasa untuk kesejahteraan masyarakat.
  17. N.J. Fieldman
  18. Pajak adalah sebuah prestasi yang mempunyai sifat memaksa sepihak dari rakyat kepada penguasa, diatur oleh norma yang telah ditetapkan tanpa perlawanan dan digunakan untuk membiayai seluruh pengeluaran negara secara umum.
  19. R.R.A. Seligman
  20. Pajak adalah pungutan atau iuran yang mempunyai sifat memaksa ,dilakukan oleh pemerintah untuk membiayai seluruh pengeluaran yang berhubungan dengan masyarakat secara umum serta tanpa ditunjuk dan tidak ada keuntungan kusus ataupun langsung yang dapat diperoleh akibat iuran tersebut.
  21. Leroy Beaulieu
  22. Pajak merupakan bantuan baik secara langsung ataupun tidak langsung, bersifat memaksa oleh pemerintah ataupun penguasa kepada warga negaranya. Pajak digunakan untuk menutupi semua biaya yang dikeluarkan pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya.
  23. UU Perpajakan Nasional
  24. Menurut UU Perpajakan Nasional, pajak adalah iuran atau pungutan yang bersifat wajib bagi rakyat suatu negara kepada pemerintahnya berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang telah ditetapkan dan tidak mendapatkan imbalan secara langsung, dan dipakai untuk pembiayaan semua pengeluaran pemerintah.
  25. Rifhi Siddiq
  26. Menurut Rihfi Siddiq pajak adalah iuran yang dipaksakan oleh pemerintah dalam sebuah negara, dan dalam periode yang telah ditentukan. Dan pajak bersifat wajib untuk segera dibayarkan oleh pemerintahan suatu negara dan bermacam-macam bentuk balas jasa secara tidak langsung.
  27. Sugianto
  28. Menurut Sugianto, Pajak adalah suatu pungutan atau iuran wajib yang dilakukan oleh perorangan atau badan kepada suatu daerah pememrintahan tanpa mendapatkan imbalan secara langsung yang seimbang. Pajak itu sendiri sifatnya dapat dipaksakan berdasakan peraturan undang-undang yang berlaku dan digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan suatu daerah.
  29. Rimski Kartika Judisseno
  30. Pajak adalah kewajiban kenegaraan dari rakyat kepada pemerintah berupa pengabdian dan peran aktif warga negara dan anggota masyarakat, bertujuan untuk mendanai semua pengeluaran negara berupa pembangunan negara secara nasional yang dalam pelaksanaanya diatur oleh undang-undang yang berlaku. Serta bertujuan untuk kesejahteraaan bangsa dan negara. Secara khusus, dapat diartikan bahwa pajak adalah balas jasa rakyat kepada pememrintah negaranya terhadap berbagai macam fasilitas yang disediakan negara untuk masyarakatnya.

Unsur-Unsur Pajak

Unsur-Unsur Pajak
Pada pembahasan diatas, telah disebutkan tentang pendapat para ahli mengenai pengertian pajak. Pajak itu sendiri mengandung beberapa unsur, diantaranya dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Pajak dipungut berdasarkan aturan perundangan-undangan yang berlaku. Undang-undang yang berlaku tersebut sesuai dengan UUD 1945 pasal 23A.
  2. Warga negara atau obyek pajak itu sendiri tidak mendapatkan imbalan secara langsung dari pemerintah. Misalnya orang yang taat membayar pajak akan menikmati fasilitas yang sama dengan orang yang tidak taat dalam pembayaran pajak. Karena fasilitas yang disediakan pemerintah sama untuk semua warga negara.Contoh kongkritnya orang yang taaat membayar pajak kendaraan bermotor tetap akan menikmati fasilitas jalan yang sama dengan pengguna jalan lain.
  3. Hasil pungutan pajak sangat dibutuhkan pemerintah dalam membiayai seluruh pengeluaran pememrintah di dalam menjalankan fungsi pemerintahannya baik untuk belanja rutin pemerintah ataupun untuk pembangunan.
  4. Pungutan pajak mempunyai sifat memaksa. Pajak dapat dipaksakan dan dilakukan upaya hukum apabila seorang wajib pajak tidak bisa memenuhi kewajibannya tersebut, akibat dari kewajiban yang tidak dipenuhi tersebut maka seseorang dapat diambil tindakan hukum atau sanksi sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.
  5. Fungsi pajak yang utama adalah fungsi anggaran yaitu fungsi dari pajak untuk mengisi anggaran negara yang dibutuhkan untuk menutup semua biaya operasional dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selain sebagai fungsi anggaran, pajak juga mempunyai fungsi sebagai alat negara untuk melaksanakan dan mengatur kebijakan negara dalam bidang sosial dan ekonomi.

Dari pembahasan pengertian pajak diatas, dapat disimpulkan bahwa pajak berperan dengan sangat penting dan dominan dalam pembangunan, baik pembangunan daerah maupun pembangunan nasional. Dari pendapatan sektor pajak, pemerintahan suatu negara dapat melaksanakan pembangunan negaranya dengan baik, memberikan pendidikan yang memadai, pelayanan kesehatan yang maksimal untuk warganya, menyediakan lapangan kerja untuk masyarakatnya, serta mampu meningkatkan kemajuan dari segi ekonomi serta sosial.

Pengertian Biosfer, Lengkap!

Pengertian Biosfer


Pengertian BiosferBiosfer adalah bagian terluar dari Bumi yang meliputi udara, daratan, serta air, yang memungkinkan berlangsungnya proses biotik itu sendiri dan terjadinya kehidupan di dalamnya. Pengertian biosfer secara geofisiologi adalah suatu sistem ekologis(kehidupan) global yang menyatukan seluruh makhluk hidup yang ada didalamnya serta adanya hubungan antar mereka, termasuk didalamnya hubungannya dengan unsur hidrosfer (air), atmosfer (udara) Bumi, dan litosfer (batuan). Planet Bumi merupakan planet yang mendukung adanya kehidupan itu sendiri beserta interaksinya, bahkan bisa dibilang satu satunya tempat. Planet Bumi telah dianggap sebagai biosfer sudah sekitar 3,5 miliar tahun dari usia planet bumi itu sendiri yang mempunyai usia kira kira 4,5 miliar.

Setiap makhluk hidup mempunyai tempatnya sendiri sendiri pada biosfer untuk kelangsungan hidupnya dengan cara mereka sendiri. Tempat hidup makhluk hidup itu sendiri biasa disebut habitat. Setiap makhluk hidup mempunyai habitat mereka sendiri sesuai dengan yang dikehendakinya, semuanya terjadi untuk kelangsungan hidup mereka dalam kondisi tertentu yang mana kondisi tersebut haruslah menjadikan mereka nyaman dan dapat bertahan hidup pada lapisan planet Bumi. Bisa ditarik kesimpulan, bahwa biosfer bisa juga diartikan sebagai suatu tempat yang dapat mendukung kelangsungan hidup suatu makhluk atau organisme.

hidup atau organisme Istilah biosfer, diambil dari bahasa Yunani, yaitu "bio" yang berarti "hidup" dan "sphere" berarti "lapisan". Jadi, secara sederhana bisa diartikan bahwa pengertian biosfer adalah lapisan tempat makhluk hidup berkembang biak dan hidup. Makhluk yang ada di permukaan bumi terdiri dari 3 golongan, yaitu manusia, hewan, serta tumbuhan.

Biosfer, umunya dapat digolongkan menjadi 2 biosiklus(lingkungan hidup), yaitu daratan dan perairan. Biosiklus daratan itu sendiri terbentuk dari beberapa bagian kecil biosiklus yang dinamakan bioma. Bioma adalah bentangan lahan yang mempunyai ciri khusus mengikuti siklus iklim yang terjadi didalamnya, yang terdefinisi dengan adanya lora dan fauna jenis tertentu.

Didalam permukaaan bumi yang terbagi dalam beberapa zona dan subzone, mempunyai beberapa jenis flora dan fauna yang beragam sesuai iklim dan kondisi lingkungan tiap zona. Flora dan fauna yang hidup dan berkembang biak pada bioma dinamakan biota. Biota-biota tersebut tentu saja menyesuaikan hidup dengan lingkungannya. Bentuk penyesuaian diri sebuah organisme atau makhluk hidup terhadap lingkungannya dinamakan adaptasi. Dua (2)atau lebih spesies makhluk hidup dapat bertahan menempati pada habitat yang sama, namun mempunyai relung (nisia) yang berbeda . Nisia bisa diartikan sebagai sebuah status fungsional organisme didalam sebuah ekosistem. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak beberapa pendapat para ahli tentang pengertian biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli
  1. James Lovelock
  2. Menurut James Lovelock, biosfer adalah organisme hidup yang disebut dengan hipotesa gaia. Hipotesa gaia adalah suatu penalaran yang menjelaskan tentang bagaimana faktor abiotik dan faktor biotik berinteraksi dalam satu lingkungan.
  3. Michael Allaby
  4. Menurut Michael Allaby, biosfer adalah sebuah organisme beserta lingkungan hidupnya pada saat mereka ditemukan, dan mereka berinteraksi sehingga membentuk sebuah sistem kelompok yang bertujuan menyelaraskan keseluruhan ekosisitem di planet bumi.
  5. Eduard Suess
  6. Menurut Eduard Sues, biosfer adalah sebuah tempat yang terletak di permukaan bumi yang mana disana terjadinya kehidupan antar organisme berlangsung. Eduard Sues merupakan ahli Geologi.
  7. Vladimir wanouich veinadsky
  8. Pengertian biosfer adalah suatu sistem yang telah terjadi dan telah berkembang biak sejak awal munculnya planet bumi.
  9. Jhon Wiley
  10. Menurut Jhon Wiley, biosfer bisa diartikan sebagai sebuah bagian dari planet bumi dimana didalamnya terdapat kehidupan yang alamiah atau natural, dimana bagian tersebut diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer lebih rendah.

Tingkatan Organisasi Mahluk Hidup

Makhluk hidup yang berkembang biak di planet bumi mempunyai beberapa tingkatan organisasi, diantaranya
  1. Protoplasma
  2. Protoplasma itu sendiri merupakan zat yang hidup dan berkembang biak di dalam sel, terdiri atas senyawa organik kompleks seperti lemak, protein, mineral dan sebagainya.
  3. Sel
  4. Sel adalah satuan terkecil dari organisme atau mahkluk hidup yang terdiri dari protoplasama dan inti yang terdapat pada membran.
  5. Jaringan
  6. Jaringan adalah gabungan dari beberapa sel menjadi satu jaringan yang membentuk satu bentuk dan fungsi yang sama, misalnya jaringan otot.
  7. Organ
  8. Organ adalah bagian dari makhluk hidup atau organisme yang mempunyai fungsi tertentu, seperti telinga pada manusia, dan lain sebagainya.
  9. Sistem Organ
  10. Sistem organ bisa diartikan sebagai sebuah kondisi kebersamaan atau kerja sama struktural dan fungsional secara harmonis.
  11. Organisme
  12. Organisme dapat disebut juga dengan makhluk hidup.
  13. Populasi
  14. Populasi bisa diartikan sebagai satu kelompok atau kesatuan dari organisme atau makhluk hidup sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu wilayah atau daerah tertentu.
  15. Ekosistem
  16. Ekosistem adalah suatu tatanan atau lingkungan yang menyatukan semua unsur lingkungan hidup dan dapat terbentuk untuk saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain.
  17. Komunitas
  18. Komunitas terbentuk dari bermacam populasi yang ada pada daerah tertentu.

Pengertian Cagar Biosfer


Pengertian Cagar Biosfer
Cagar Biosfer bisa diartikan sebagai upaya untuk melindungi suatu kawasan tertentu. Kawasan tertentu dimana ekosistem yang terkandung unsur keseluruhan dialamnya tersebut dilestarikan dan dilindungi untuk kepentingan penelitian, pendidikan ataupun kepentingan yang lebih besar dimasa yang akan datang. Selain itu, tujuan dari cagar biosfer itu sendiri diantaranya:
  1. Melestarikan keanekaragaman makhluk yang hidup dan berkembang biak diadalamnya, seperti keanekaragaman hayati dalam ekosisitem alam, serta menjaga keanekaragaman genetik dari mahkluk hidup agar terlestarinya proses evolusi dan perkembang biakan suatu mahkluk dapat berlangsung terus menerus.
  2. Menjadi sebuah sarana bagi pendidikan ataupun penelitian untuk kehidupan makhluk yang akan datang dengan lebih baik.
  3. Didalam biosfer terdapat beragam makhluk hidup yang berinteraksi dan hidup berdampingan dengan benda mati. Semua organisme dapat saling berhubungan dan mementuk satu kesatuan yang menguntungkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran flora dan fauna
Ada sedikitnya dua(2) faktor yang mempengaruhi penyebaran flora dan fauna, diantaranya adalah faktor abiotik dan faktor biotik seperti keadaan tanah, iklim, ketinggian dari permukaan laut dan bumi.
  1. Iklim
  2. Iklim atau cuaca merupakan suatu faktor yang didalamnya meliputi keadaan suhu, kelembaban udara, dan angin. Iklim mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar pada kelangsungan mahluk hidup yang ada di bumi. Contoh dari peranan iklim di bumi, cahaya matahari pada siang hari sangat dibutuhkan mahkluk hidup dalam proses kehidupan. Sinar matahari sangat diperlukan oleh tumbuhan yang berguna untuk melakukan proses fotosintesis, kelembaban udara untuk proses penyerbukan pada flora dan lain sebagainya.
  3. Keadaan Tanah
  4. Kontur atau keadaan tanah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap suhu tanah, air tanah yang berpengaruh terhadap ada tidaknya air yang dalam tanah serta akar dari flora tersebut. Contoh pada daerah tropis, hidup dan berkembang biak beragam hewan dan beragam flora, pada daerah non tropis mungkin hanya terdapat satu jenis flora.
  5. Air
  6. Ketersediaan air dibumi sangat dipengaruhi oleh faktor curah hujan. Curah hujan sering terjadi pada iklim tropis dimana curah hujan itu sendiri mempunyai pengaruh terhadap daya serap air.
  7. Tinggi Rendah Permukaan Bumi
  8. Perbedaan tinggi serta rendahnya suatu wilayah sangat mempengaruhi perbedaan suhu. Perbedaan suhu itu sendiri menjadikan keanekaragaman tumbuhan serta hewan dalam suatu wilayah tertentu.
Faktor Biotik
  1. Mahluk Hidup
  2. Makhluk hidup seperti manusia, fauna, dan flora sangat berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna tersebut. Khususnya manusia dengan adanya IPTEK dapat melakukan persebaran flora dan fauna pada suatu daerah tertentu, seperti melakukan kegiatan konservasi hewan-hewan langka.
    Hewan juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap penyebaran flora yang berguna untuk menyuburkan tanah. Contohnya hewan yang mengkonsumsi buah-buahan setelah itu kemudian menyebarkan biji buah-buahan sehingga biji tadi dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Itulah Pengertian Biosfer, Jangan Lupa Untuk mengunjungi artikel lain pada blog ini agar wawasanmu bertambah.

Pengertian Manajemen, Fungsi Manajemen, dan Jenis Manajemen, Lengkap!

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen
Pengertian manajemen secara dasar adalah suatu seni didalam sebuah proses dan ilmu pengorganisasian contoh diantaranya adalah seperti pergerakan, pengendalian, pengawasan, pengorganisasian, serta perencanaan. Pengertian manajemen didasari sebagai suatu seni karena seni itu sendiri memiliki beberapa fungsi, diantaranya untuk mewujudkan tujuan yang nyata dengan cara memberikan manfaat, sedangkan pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dikarenakan ilmu mempunyai fungsi untuk menerangkan serta menjelaskan secara rinci dan mudah dimengerti tentang berbagai macam fenomena atau kejadian sehingga kajian tersebut dapat memberikan penjelasan yang benar-benar kongkrit dan jelas.

Manajemen memiliki arti yaitu memimpin, mengusahakan, mengendalikan, mengurus, serta mengelola. Pengertian manajemen secara etimologis adalah suatu seni melaksanakan serta mengatur. Pengertian manajemen secara ilmu dapat disebut sebagai bagian dari disiplin ilmu yang mengenalkan serta mengajarkan tentang proses untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan organisasi baik itu tujuan usaha bersama dengan orang secara pribadi ataupun sumber milik organisasi. Adapun orang yang melaksanakan tugas keseharian ataupun tugas yang berkaitan tentang manajemen itu sendiri disebut manajer. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini pengertian manajemen menurut para ahli.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
  1. Encylopedia of the Social Science
  2. Manajemen adalah proses yang dalam pelaksanaan tujuanya ,direncanakan, dilaksanakan serta diawasi.
  3. George.R.Terry
  4. Pengertian manajemen adalah kerangka kerja atau proses yang didalamnya melibatkan pengarahan atau bimbingan dari sekelompok orang ke arah tujuan organisasional dengan maksud yang jelas dan telah ditentukan sebelumnya.
  5. James A.F Stoner
  6. Manajemen adalah suatu proses dari merencanakan, penggunaan sumber daya, dan pengorganisasian untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
  7. Mary Parker Follet
  8. Manajemen adalah seni. Setiap pekerjaan dapat dituntaskan oleh orang lain.
  9. Luther Gulick
  10. Pengertian manajemen adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang berupaya secara sistematis bertujuan untuk memahami bagaimana serta mengapa manusia bekerja sama dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
  11. Wilson Bangun
  12. Manajemen adalah serangkaian berbagai aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh tiap anggota organisasi untuk meraih tujuan organisasi tersebut.
  13. Koontz
  14. Manajemen adalah suatu seni paling produktif yang pelaksanaannya didasarkan pada pemahaman mengenai ilmu yang mendasarinya.
  15. Oey Liang Lee
  16. Manajemen adalah seni perencanaan dan ilmu, pengorganisasian, penyusunan, pengendalian, dan pengarahan yang didasari dari sumber daya perusahaan itu sendiri untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen itu sendiri mengandung arti bahwa dari berbagai elemen dasar yang ada dan sedang didalam proses manajemen itu sendiri yang menjadi sebuah patokan bagi manajer untuk melaksanakan tugasnya. Menurut buku karya Louis A Alen yang berjudul The Professional Management, manajemen mempunyai beberpa fungsi diantaranya:
  1. Memimpin (Leading)
  2. Tugas utama dari seorang manajer adalah memimpin suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan organisasi tersebut.
    Fungsi manajemen sebagai pemimpin diantaranya meliputi :
    • Pengambilan keputusan (decision maker)
    • Komunikasi (communication)
    • Memotivasi (motivating)
    • Pemilihan orang (selecting people)
    • 5) Mengatur serta mengorganisasi orang lain, baik pemberian saran dan masukan, training atau pelatihan serta penilaian dari hasil kerja.
  3. Perencanaan (Planning)
  4. Fungsi manajemen yang berikutnya adalah merencanakan atau perencanaaan (planning) Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dimana kegiatan tersebut menjadi tujuan dari perusahaan dengan suatu rencana ataupun sebagai acuan agar bisa meraih tujuan yang telah ditentukan perusahaaan sebelumnya. Perencanaan merupakan suatu cara terbaik untuk mewujudkan dan meyakinkan bahwa tujuan perusahaan yang telah ditentukan dapat tercapai, dikarenakan tanpa adanya perencanaan maka apapun fungsi manajemen tidak dapat berjalan dan tujuannya tidak dapat tercapai.
    Tugas perencanaan atau planning ,diantaranya :
    • Membuat estimasi untuk waktu atau periode tertentu.
    • Membuat sasaran serta target perusahaan.
    • Merencanakan urutan kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian target tertentu.
    • Mengatur kebutuhan waktu didalam pelaksanaan suatu kegiatan.
    • Menyusun rencana anggaran biaya (RAB).
    • Menyusun SOP atau Standard Operating Procedure tentang pekerjaan yang telah disepakati.
    • Menganalisa dan menetapkan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
  5. Pengorganisasian (Organizing)
  6. Pengorganisasian atau Organizing adalah menelaah dan memetakan berbagai kegiatan yang sifatnya lebih besar menjadi beberapa kegiatan yang lebih kecil dengan cara membagi tiap tugas supaya diperoleh kegiatan yang lebih sederhana sehingga tujuan perusahaaan dapat tercapai dengan lebih cermat.
    Kegiatan pengorganisasian ini sendiri diantaranya menghubungkan serta mengatur pekerjaan sehingga mampu dilaksanakan secara lebih efisien dan lebih efektif antara lain :
    • Menentukan desain struktur organisasi.
    • Menentukan job description atau pembagian pekerjaan dari tiap-tiap jabatan guna meraih sasaran organisasi.
    • Memastikan pendelegasian wewenang serta tanggung jawab, memastikan pertangungjawaban dari hasil pekerjaan yang telah dicapai.
    • Memastikan hubungan yang dapat membedakan antara atasan dan staff.
    • Mendeskripsikan berbagai kegiatan ataupun pekerjaan yang dianggap lebih efektif dan efisien sehubungan dengan pengoptimalan sumber daya manusia untuk meraih tujuan perusahaan.
  7. Pengarahan (Directing)
  8. Pengarahan atau directing adalah tindakan yang berupaya supaya semua anggota kelompok dapat berusaha untuk meraih tujuan yang sesuai dengan rencana manajerial serta usaha. Proses implementasi program supaya bisa untuk dilakukan oleh semua pihak dalam organisasi tersebut dan juga proses memotivasi supaya seluruh pihak dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan mampu menhasilkan produktifitas yang tinggi dan penuh kesadaran.
    Fungsi pengarahan serta implementasi memiliki tugas sebagai berikut :
    • Menginflementasikan proses pembimbingan, kepemimpinan, serta pemberian motivasi untuk tenaga kerja.
    • Memberikan penjelasan serta tugas yang teratur mengenai pekerjaan.
    • Menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sebelumnya sudah ditetapkan.
  9. Pengawasan (Controlling)
  10. Proses mengawasi atau yang disebut pengawasan dan pengendalian yang dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, dilaksanakan secara terorganisasi dapat berjalan dengan lancar.
    Pengawasan itu sendiri, mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :
    • Menilai serta melakukan evaluasi sebuah keberhasilan dalam meraih tujuan perusahaan serta target bisnis yang disesuaikan dengan tolok ukur yang telah ditentukan.
    • Melakukan langkah cepat dalam mengoreksi serta mengklarifikasi dari ketidaksesuain hasil kerja yang mungkin dapat terjadi.
    • Pengambilan keputusan untuk membuat alternative solusi disaat terjadinya masalah yang berkaitan dengan tidak tercapainya tujuan perusahaaan yang telah ditentukan.

Jenis-jenis Manajemen

Jenis-jenis Manajemen
Ilmu manajemen itu sendiri dibedakan menjadi 4 jenis yang umunya banyak dipakai di berbagai perusahaan. Jenis jenis manajemen itu sendiri bisa dijabarkan sebagai berikut:
  1. Manajemen Sumber Daya Manusia
  2. Manajemen Sumber Daya Manusia ini sendiri mempunyai fungsi untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) terbaik untuk menjalankan perusahaan ataupun bisnis yang sedang dijalankan serta bagaimana mengatur serta memelihara SDM terbaik yang telah terpilih tersebut untuk bekerja bersama –sama dan memastikan SDM tersebut tetap bekerja dengan keyakinan penuh terhadap hasil serta menjaga kualitas hasil pekerjaannya, memastikan hasilnya tetap atau bahkan mungkin bertambah dimasa yang akan datang.
  3. Manajemen Operasional
  4. Manajemen operasional mempunyai fungsi menghasilkan suatu produk sesuai standar operasi yang telah ditentukan, produk yang dihasilkan dapat memenuhi keinginan konsumen yang beragam dengan tidak meninggalkan pemakaian teknik produksi yang efisien.
  5. Manajemen Pemasaran
  6. Manajemen pemasaran mempunyai fungsi untuk mengupayakan dan mempelajari serta mengidentifikasi apapun yang diutuhkan konsumen. Didalamnya juga sangat perlu untuk menganalisa kekuatan produk pesaing agar pencapaian target dari perusahaaan dapat maksimal.
  7. Manajemen Keuangan
  8. Manajemen keuangan mempunyai fungsi untuk memastikan jika kegiatan bisnis yang dilakukan benar benar dapat memaksimalkan pencapaian tujuan perusahaan secara ekonomi , dimana profit itu sendiri yang menjadi tolak ukurnya. Fungsi terpenting dari manajemen keuangan ini sendiri adalah memastikan bahwa perencanaan modal perusahaan benar benar bisa diperoleh untuk membiayai bisnis serta mengatur bagaimana modal yang telah didapatkan agar dialokasikan dengan tepat sehingga tujuan perusahaan dapat tergapai secara maksimal.

Jenjang Manajemen

Jenjang Manajemen
Didalam ilmu manajemen ini sendiri mempunyai beberapa tingkatan. Tapi Organisasi ataupun perusahaaan umumnya mempunyai paling sedikit, 3 tingkatan manajemen, yaitu:
  1. Manajemen puncak (Top Management)
  2. Top management atau manajemen puncak adalah tingkatan manajemen yang tertinggi. Manajemen puncak umumnya terdiri dari direktur utama atau dewan direksi. Dewan direksi mempunyai tugas melaksanakan serta memutuskan berbagai hal yang sifatnya penting untuk kelangsungan suatu perusahaan. Manajemen puncak mempunyai tugas diantaranya menetapkan standar operasional serta kebijaksanaan untuk mengatur interaksi semua orang didalam suatu organisasi ataupun lingkungannya.
  3. Manajemen menengah (Middle Management)
  4. Middle management atau manajemen menengah umumnya memimpin dan bertanggungjawab atas suatu departemen atau divisi. Middle Management mempunyai tugas untuk mengembangkan berbagai rencana operasi serta melaksanakan tugas yang telah disepakati oleh manajemen puncak. Manajemen menengah mempunyai tanggung jawab penuh kepada manajemen puncak.
  5. Manajemen pelaksana (Supervisory management)
  6. Supervisory management atau manajemen pelaksana mempunyai fungsi sebagai pelaksana dalam menjalankan berbagia rencana yang telah dibuat oleh middle management atau manajemen menengah. Manajemen pelaksana mempunyai tugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pekerja-pekerja dan operasional perusahaan sehari hari. Manajemen pelaksana mempunyai tanggung jawab kepada manajemen menengah.
Keterampilan Manajer Robert L. Katz mengemukakan pendapat pada tahun 1970-an bahwa seorang manajer memerlukan minimal 3 keterampilan yang paling dasar. 3 keterampilan dasar yang dimaksud adalah antara lain :
  1. Keterampilan Konseptual
  2. Manajer puncak wajib memiiki keterampilan dalam membuat suatu gagasan, ide, dan konsep untuk kemajuan organisasinya tersebut. Gagasan atau konsep tersebut kemudian dijabarkan menjadi rencana kegiatan yang berguna untuk mewujudkan gagasan, konsep, atau ide tersebut. Proses penjabaran ide pada umumnya bisa dibilang sebagai suatu proses perencanaan. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional ini merupakan salah satu keterampilan guna untuk membuat rencana kerja.
  3. Keterampilan dalam berkomunikasi dengan orang lain
  4. Seorang manajer juga wajib memiliki keterampilan dalam melakukan komunikasi atau sering disebut dengan keterampilan kemanusiaan. Terjadinya komunikasi persuasif merupakan diciptakan oleh seorang manajer terhadap anak buahnya atau bawahannya. Dengan terjadinya komunikasi yang persuasif dan bersahabat dapat membuat hati karyawan-karyawan lebih merasa dihargai serta mereka bisa bersikap lebih terbuka kepada pimpinannya. Keterampilan yang digunakan dalam berkomunikasi sangatlah diperlukan sekali.
  5. Keterampilan Teknis
  6. Keterampilan teknik biasanya merupakan keterampilan atau bekal untuk para manajer yang ada pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan ini merupakan kemampuan atau kelebihan dalam menjalankan pekerjaan tertentu, seperti menjalankan program pada komputer, akuntansi, memperbaiki mesin-mesin yang rusak, dan lain sebagainya.

Selain 3 keterampilan yang dasar di atas, Ricky W. Griffin juga menambahkan 2 keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh para manajer, antara lain :
  1. Keterampilan Manajemen Waktu
  2. Keterampilan manajemen waktu lebih menitikberatkan pada kemampuan yang dimiliki manajer dalam menggunakan waktu yang dia miliki dengan sangat bijaksana. Contohnya pada kasus Lew Frankfort yang berasal dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Lew Frankfort menerima gaji sebesar $2.000.000 per tahun. Apabila diasumsikan bahwa jika Lew Frankfort bekerja sekitar 50 jam dalam 1 minggu dengan mempunyai waktu cuti sebanyak 2 minggu, maka gaji yang diterima Lew Frankfort untuk 1 jamnya adalah $800 atau sekitar $13 per menit. Oleh karena itu dari kasus Lew Frankfort bahwa menit-menit yang terbuang mampu merugikan perusahaan tersebut. Kebanyakan manajer pada umumnya tidak menerima gaji yang sebesar Lew Frankfort. Namun, waktu bagi seorang manajer sangatlah penting atau berharga, jadi menyianyiakan waktu sama saja membuang uang dan isa mengurangi produktivitas dari perusahaan tersebut.
  3. Keterampilan Membuat Keputusan
  4. Keterampilan ini berguna untuk memehami masalah serta menentukan cara terbaik dalam memecahkan masalahnya. Keterampilan ini sangat penting bagi manajer, khususnya bagi kelompok manajer puncak. Ricky W. Griffin mengajukan 3 langkah dalam membuat keputusan yang baik dan benar.
    • Manajer harus bisa menjelaskan masalah dan juga harus bisa mencari alternatiff yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami tersebut.
    • Manajer harus mampu untuk mengevaluasi tiap alternatif-alternatif yang tersedia serta mampu memilih alternatif yang paling baik dibanding alternatif yang lain.
    • Manajer harus dapat mengimplementasikan alternatif yang telah dipilih serta mengevaluasi dan mengawasi supaya tetap berada pada jalur yang benar.

    Jika dilihat dari sisi kemampuan dalam manajerial dan berfikir, maka semakin tinggi pula tingkat kedudukannya pada seseorang dalam suatu organisasi maka akan lebih dituntut juga kemampuan dimilikinya dalam hal sebagai berikut : mampu membuat konsep mengenai arah, menentukan strategi yang tepat unutk digunakan, mampu memahami, dan mampu menguasai konsep secara Makro. Adapun sebaliknya, semakin rendah kedudukan seorang manajer pada pada sebuah organisasi maka akan lebih dituntut juga kemampuannya dalam hal : kemampuan secara mikro dan secara teknis operasional.

Dengan Demikian Telah selesai pembahasan kita mengenai pengertian manajemen, fungsi manajemen, jenis manajemen dan jenjang manajemen. Jangan lupa kunjungi artikel yang lain pada blog ini seperti artikel Pengertian Pasar, pengertian Agama, dan lain sebagainya.

Pengertian Ekosistem, Komponen Pembentuk Ekosistem , dan Tipe Ekosistem. Lengkap!

Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem
Pengertian ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tidak dipisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan. Ekosistem juga bisa dikatakan sebagai tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara unsur-unsur lingkungan hidup yang saling berpengaruh.

Ekosistem adalah penggabungan dari unit biosistem yang melibatkan hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju ke struktur biotik tertentu dan bisa terjadi siklus materi antara anorganisme dan organisme. Matahari adalah sumber dari semua energi yang ada pada ekosistem.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan mengikuti lingkungan fisik. Organisme itu akan mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik dan begitu juga sebaliknya organisme juga bisa memengaruhi lingkungan fisik yang digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Kehadiran spesies dalam ekosistem dapat ditentukan dari tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan juga fisis yang berada pada kisaran yang dapat untuk ditoleransi oleh spesies itu, itulah yang disebut dengan hukum toleransi. Berikut Komponen Pembentuk Ekosistem dan juga Tipe-tipe Ekosistem.

Komponen Pembentuk Ekosistem

Komponen Pembentuk Ekosistem
  1. Abiotik
  2. Abiotik atau juga komponen tak hidup merupakan salah satu komponen fisik dan kimia yang medium atau substrat sebagai tempat untuk berlangsungnya kehidupan. Sebagian besar komponen abiotik memiliki beragam variasi dalam hal ruang dan waktu. Komponen abiotik merupakan berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan juga faktor yang berpengaruh dalam distribusi organisme, antara lain.
    • Suhu
    • Proses biologi yang dipengaruhi juga oleh suhu. Unggas dan mamalia akan sangat membutuhkan energi agar dia dapat meregulasi temperatur suhu dalam tubuh.
    • Air
    • Ketersediaan air juga sangat memengaruhi distribusi organisme. Organisme yang berada pada gurun hanya dapat beradaptasi terhadap ketersediaan air yang ada pada gurun tersebut.
    • Garam
    • Garam juga memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme yang melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial bisa untuk beradaptasi pada dalam lingkungan yang memiliki kandungan garam tinggi.
    • Cahaya Matahari
    • Intensitas dan kualitas cahaya matahari dapat memengaruhi proses fotosintesis pada tumbuhan. Air dapat menyerap cahaya yang terjadi pada lingkungan yang berair, fotosintesis terjadi pada permukaan yang hanya mampu dijangkau oleh cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya matahari sangatlah besar sehingga dapat membuat suhu meningkat, hal ini bisa membuat hewan dan tumbuhan menjadi tertekan.
    • Tanah dan Batu
    • Karakteristik tanah meliputi struktur fisik, komposisi mineral, dan pH, bisa membatasi penyebaran organisme berdasarkan kandungan sumber makanan yang ada di tanah.
    • Iklim
    • Iklim merupakan kondisi cuaca dalam suatu daerah dan dalam jangka waktu yang lama. Iklim makro meliputi iklim global, iklim lokal, dan iklim regional.
  3. Biotik
  4. Biotik merupakan suatu istilah yang dipergunakan untuk menyebut suatu organisme. Komponen biotik tersusun atas suatu komponen ekosistem selain komponen abiotik. Berdasarkan fungsi dan perannya, makhluk hidup dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu dekomposor atau pengurai dan heterotrof atau konsumen :
    • Dekomposer tau Pengurai
    • Dekomposer atau pengurai merupakan suatu organisme yang menguraikan bahan organik, berasal dari organisme-organisme yang telah mati. Pengurai disebut sebagai konsumen sapotrof atau makro. Hal ini dikarenakan makanan yang dikonsumsi pengurai memiliki ukuran yang besar. Organisme pengurai menyerap hasil sebagian dari penguraian yang telah dilakukan tersebut serta melepaskan bahan-bahan sederhana yang mampu dipergunakan kembali oleh produsen. Yang termasuk golongan dekomposer atau pengurai ialah bakteri dan jamur. Dekomposisi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
      1. Aerobik
      2. Oksigen berguna sebagai penerima oksidan atau elektron.
      3. Anaerobik
      4. Oksigen tidak ikut terlibat dan bahan organik berguna sebagai penerima oksidan atau elektron.
      5. Fermentasi
      6. Anaerobik merupakan bahan organik yang telah teroksidasi sebagai penerima elektron. Komponen tersebut berada pada suatu tempat serta berinteraksi untuk membentuk kesatuan ekosistem yang bersifat teratur.
    • Heterotrof atau Konsumen
    • Komponen heterotrof terdiri dari suatu organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai sumber dari makanannya. Komponen heterotrof disebut dengan konsumen makro atau fagotrof karena makanan yang dimakan oleh konsumen tersebut berukuran kecil. Yang termasuk golongan heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

Tipe-tipe Ekosistem

  1. Akuatik (AIR)
  2. Akuatik (AIR)
    • Ekosistem Air Tawar
    • Ciri-ciri dari ekosistem air tawar adalah memiliki suhu bervariasi yang tidak menyolok, dengan penetrasi cahaya yang sangat kurang, serta ekosistem air tawar terpengaruh dengan iklim dan cuaca. Macam-macam tumbuhan yang banyak terdapat pada ekosistem air tawar adalah jenis ganggang, sedangkan ada tumbuhan yang lain yaitu tumbuhan biji.
    • ekosistem Laut
    • Habitat laut ditandai adanya salinitas atau kandungan kadar garam yang lumayan tinggi dengan ion CI- hingga mencapai 55% terutama yang berada di daerah laut tropik, hal ini dikarenakan di laut tropik memiliki suhu yang tinggi serta penguapan yang besar. Pada daerah tropik, suhu laut dapat dapat berkisar hingga 25 °C. Terjadinya perbedaan suhu antara bagian atas dengan bagian bawah tinggi dan juga terdapat pembatas antara lapisan itu yang disebut dengan termoklin.
    • Ekosistem Estuari
    • Estuari merupakan tempat bersatunya antara air sungai dengan air laut. Estuari sering dibatasi dengan lempengan lumpur intertidal yang lumayan luas. Ekosistem ini memiliki produktivitas yang sangat tinggi dan mengandung banyak nutrisi. Komunitas tumbuhan yang mampu bertahan hidup di estuari antara lain adalah rumput rawa garam, 
      fitoplankton,serta rumbuhan ganggang. Sedangkan komunitas hewan yang mampu untuk hidup di estuary antara lain cacing, kepiting, ikan, dan kerang.
    • ekosistem Pantai
    • Dinamakan dengan ekosistem pantai dikarenakan pada ekosistem pantai paling banyak tumbuh pada gundukan pasir yang disebut dengan tumbuhan Ipomoea pes caprae mempunyai kemampuan agar dapat bertahan terhadap hempasan gelombang serta angin.
    • ekosistem Sungai
    • Sungai merupakan suatu badan air yang mengalir pada satu jalur atau arah. Air sungai yang dingin serta jernih dan mempunyai kandungan sedimen yang sedikit. Aliran air dan gelombang secara konstan mampu memberikan oksigen pada air tersebut. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan antara lain seperti kura-kura, gurame, dan sebagainya.
    • Ekosistem Terumbu Karang
    • Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang terdiri dari coral dengan jarak berada di dekat pantai. Efisiensi ekosistem terumbu karang sangat lumayan tinggi. Hewan yang mampu bertahan hidup pada karang hanya memakan organisme mikroskopis dan sisa-sisa organik lain. Kehadiran terumbu karang yang letaknya di dekat pantai membuat pantai tersebut dapat memiliki pasir berwarna putih.
    • Ekosistem Lamun
    • Lamun merupakan satu-satunya dari kelompok tumbuhan yang mampu mengeluarkan bunga di lingkungan laut. Tumbuhan tersebut mampu bertahan hidup pada perairan laut atau pantai yang dangkal. Lamun atau seagrass memiliki tunas yang berdaun dengan bentuk tegak serta tangkai‑tangkai yang merayap untuk berbiak. Sebagai salah satu sumber daya hayati, tumbuhan lamun banyak dipergunakan untuk berbagai macam keperluan.
    • ekosistem Laut Dalam
    • Ekosistem laut dalam mempunyai kedalaman hingga mencapai lebih dari 6.000 m. Biasanya pada kedalaman tersebut terdapat lele laut serta ikan-ikan laut yang bisa mengeluarkan sinar cahaya.
  3. Terestrial (DARAT)
  4. Terestrial (DARAT)
    • Hutan Hujan Tropis
    • Hutan hujan tropis banyak dijumpai pada daerah tropik dan daerah subtropik. Hutan hujan tropis memiliki ciri-ciri curah hujan yang terjadi 200 hingga 225 cm per tahun. Serta spesies pepohonan relatif banyak dan jenisnya bermacam-macam tergantung dengan letak geografisnya. Dalam hutan hujan tropis terdapat beberapa tumbuhan khas antara lain yaitu liana atau rotan dan tumbuhan anggrek sebagai epifit. Hewan yang terdapat pada hutan ini antara lain, badak, kera, burung, harimau, dan burung hantu.
    • Sabana
    • Sabana yang berasal dari daerah tropik biasanya terdapat pada wilayah yang bercurah hujan 40 – 60 inci per tahun, tapi temperatur dan kelembaban tergantung terhadap musim. Hewan yang mampu hidup di sabana antara lain serangga, singa, hyena, dan zebra.
    • Padang Rumput
    • Padang rumput banyak dijumpai pada daerah yang terbentang dari daerah tropik ke daerah subtropik. Ciri-ciri dari padang rumput ialah bercurah hujan sekitar 25-30 cm per tahun, hujan turun secara tidak teratur, porositas atau peresapan air yang lumayan tinggi, serta drainase aliran air yang sangat cepat. Tumbuhan yang dijumpai pada padang rumput antara laim tumbuhan terna dan rumput. Hewan yang di jumapai antara lain: bison, anjing liar, serigala, zebra, serangga, jerapah, gajah, dan sebagainya.
    • gurun
    • Gurun terdapat pada daerah tropik yang berbatasan langsung dengan padang rumput. Ekosistem gurun memiliki ciri-ciri antara lain gersang serta curah hujan yang terjadi rendah sekitar 25 cm/tahun. Sedangkan perbedaan suhu yang terjadi antara waktu siang dan waktu malam sangat besar. Dapat dijumpai juga tumbuhan menahun berdaun seperti tumbuhan kaktus atau tak berdaun dan memiliki akar yang lumayan panjang serta memiliki jaringan yang bisa berguna untuk menyimpan air. Hewan yang bisa hidup di gurun antara lain seperti ular, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal yang lain.
    • Taiga
    • Taiga terdapat pada belahan bumi utara dan pegunungan daerah tropik. Taiga memiliki ciri-ciri suhu pada musim dingin yang rendah. Hutan taiga adalah konifer, pinus, dan sejenisnya. Hewan yang hidup di taiga adalah moose, beruang hitam, dan burung yang bermigrasi ke selatan pada saat tiba musim gugur.
    • tundra
    • Tundra dapat di jumpai pada belahan bumi utara dan dalam lingkaran kutub utara serta terdapat pada puncak gunung yang tinggi. Pertumbuhan pada tanaman yang daerah tundra hanya sekitar 60 hari. Contoh tumbuhan pada ekosistem ini yang cukup dominan adalah sphagnum, alang-alang, tumbuhan perdu, dan liken.
    • Hutan gugur
    • Hutan gugur hanya terdapat pada daerah beriklim sedang yang memiliki 4 musim serta mempunyai ciri-ciri antara lain curah hujan yang merata pada setiap tahun. Jenis pohon pada ekosistem hutan gugur berjumlah sedikit dan tidak rapat. Hewan yang dijumpai pada ekosistem hutan gugur antara lain beruang, rubah, rusa, dan rakun.
    • Karst (batu gamping /gua)
    • Karst merupakan nama yang berawal dari nama sebuah kawasan batu gamping berada pada wilayah Yugoslavia. Karst mempunyai beberapa ciri-ciri tanahnya kurang subur untuk sektor pertanian, mudah longsor, serta sensitif terhadap erosi.
  5. Buatan
  6. Buatan
    Ekosistem buatan adalah suatu ekosistem yang diciptakan sendiri oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk kepentingan umum maupun kepentingan pribadi. Contoh ekosistem buatan adalah:
    • Hutan tanaman produksi seperti jati serta pinus
    • Sawah irigasi
    • Agroekosistem yang berupa sawah tadah hujan
    • Bendungan
    • Perkebunan sawit

Dengan Demikian Telah selesai pembahasan kita tentang pengertian ekosistem, Komponen Pembentuk Ekosistem, dan Tipe-tipe Ekosistem. Jangan lupa kunjungi artike-artikel di blog ini yang bermanfaat agar bisa menambah wawasanmu.